Logo Brand

Tertukar saat Lahir, Pria Jepang Ini Hidup Miskin Selama 60 Tahun Padahal Berasal dari Keluarga Kaya Raya

Wednesday, 06 August 2025
Blog name

LHNEWS – Sebuah kisah tragis menyentuh hati terjadi di Jepang. Selama lebih dari 60 tahun, seorang pria di Jepang menjalani hidup dalam kemiskinan.

Ia dibesarkan oleh ibu tunggal dalam sebuah apartemen sempit tanpa fasilitas layak. Namun, fakta mengejutkan datang saat ia menjalani tes DNA.

Tak pernah terbayangkan olehnya bahwa kehidupan penuh keterbatasan yang ia jalani ternyata adalah hasil dari kesalahan fatal di ruang bersalin.

 

Baca Juga:

BMKG Peringatkan Puncak Musim Kemarau Agustus 2025, Potensi Karhutla Meningkat Terutama di Sumatera dan Kalimantan

Fakta mengejutkan datang saat ia menjalani tes DNA, hasilnya mengungkapkan bahwa dirinya tertukar saat lahir dengan bayi lain dari keluarga kaya.



Insiden ini bermula pada Maret 1953, ketika dua bayi laki-laki yang lahir dengan selisih 13 menit tertukar di sebuah rumah sakit di Tokyo.

Petugas rumah sakit secara tidak sengaja menyerahkan bayi yang salah kepada masing-masing ibu setelah proses mandi bayi.

 

Baca Juga:

Kapan Waktu yang Tepat Pasang Bendera Merah Putih Jelang HUT ke-80 RI? Ini Jadwalnya Sesuai Anjuran Pemerintah

Pria yang tidak disebutkan identitasnya ini tumbuh sebagai anak dari seorang ibu tunggal yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Sejak kecil, ia tinggal di sebuah apartemen sempit tanpa peralatan elektronik, dan mengandalkan bantuan sosial dari pemerintah.

Saat dewasa bekerja sebagai sopir truk demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, bayi yang tertukar tumbuh dalam keluarga kaya.

Ia mendapat pendidikan yang layak di sekolah swasta, mengikuti les privat, hingga kini sukses menjalankan bisnis properti.

 

Baca Juga:

Kemacetan Jalur Banyuwangi Utara kembali Terjadi, Ekor Kepadatan Kendaraan Terpantau Hingga Tengah Taman Nasional Baluran

Kebenaran akhirnya terungkap pada 2009, ketika keluarga kaya mencurigai adanya kejanggalan fisik pada salah satu anggota keluarga.

Setelah melakukan tes DNA, mereka menemukan bahwa salah satu anak bukanlah bagian dari keluarga secara biologis.

Penelusuran pun dilakukan hingga akhirnya pada 2011 mereka menemukan pria yang seharusnya menjadi saudara kandung mereka.

Kasus ini kemudian dibawa ke Pengadilan Distrik Tokyo, yang menetapkan bahwa Rumah Sakit San-Ikukai bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.

 

Baca Juga:

PPATK Blokir Rekening Tidak Aktif Selama Tiga Bulan, Masyarakat Sebut Seharusnya yang Disoroti Rekening Dengan Tabungan Miliaran Milik Pejabat

Hakim Masatoshi Miyasaka memerintahkan pihak rumah sakit membayar ganti rugi sebesar 38 juta yen (sekitar Rp 4 miliar) kepada korban dan saudara kandung biologisnya.

Dari total ganti rugi tersebut, 32 juta yen diberikan kepada pria yang hidup dalam kemiskinan, dan 6 juta yen dibagi kepada tiga saudara kandung biologisnya.



Kini, pria tersebut mulai menjalin kembali hubungan dengan keluarga kandungnya. Ia rutin bertemu bersama saudara-saudara kandungnya.

Meski demikian, ia tetap merawat kakak laki-laki yang telah dibesarkan bersamanya sejak kecil, menunjukkan bahwa ikatan batin tetap terjalin meskipun darah berkata lain.***